Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.37985/apj.v3i1.54Keywords:
ASI Eksklusif, Balita, Cuci Tangan, Diare, Sumber Air BersihAbstract
Data Dinas Kesehatan Kota Padang Tahun 2023 menunjukkan jumlah kasus diare pada balita sebanyak 1.576 kasus. Puskesmas Belimbing menempati urutan pertama dengan 992 kasus, disusul Puskesmas Lubuk Buaya sebanyak 946 kasus. Prevalensi diare balita di Indonesia meningkat dari 23,8% (2021) menjadi 31,7% pada 2023. Sumatera Barat berada di peringkat ke-25 dengan prevalensi 13,6% (Kemenkes RI, 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, dilaksankan pada 11-25 Agustus 2025 dengan sampel sebanyak 80 ibu balita dipilih dari 399 populasi menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 48,8% ibu balita memiliki tindakan cuci tangan kurang baik, 53,8% tidak memberikan ASI ekslusif, 46,3% menggunakan sumber air bersih yang tidak memenuhi syarat, dan 55% balita mengalami diare. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara tindakan cuci tangan (p=0,002), pemberian ASI ekslusif (p=0,0001), dan sumber air bersih (p=0,0001) dengan kejadian diare. Faktor paling dominan adalah riwayat pemberian ASI ekslusif. Dapat disimpulkan bahwa perilaku ibu dalam mencuci tangan, riwayat pemberian ASI eksklusif, dan ketersediaan sumber air bersih merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi terkait PHBS, pentingnya ASI ekslusif, serta penggunaan air bersih dalam pencegahan diare balita.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Sevira Novianti Putri, Eri Wahyudi, Gusrianti Gusrianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


