Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Bagian Produksi PT. X Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.37985/apj.v3i1.30Keywords:
Alat Pelindung Telinga (APT), Durasi Kerja, Ganggguan Pendengaran, Intensitas KebisinganAbstract
Gangguan pendengaran akibat kebisingan merupakan penyakit akibat kerja yang kerap terjadi di lingkungan industri akibat paparan suara berintensitas tinggi. Di PT.X, intensitas kebisingan di area produksi berkisar 50,7 dB hingga 103,9 dB sehingga berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pekerja bagian produksi tahun 2025. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan Maret–Agustus 2025 dengan total sampling sebanyak 45 pekerja. Data dikumpulkan melalui pengukuran menggunakan sound level meter dan kuesioner wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 48,9% pekerja mengalami gangguan pendengaran berat, 64,4% terpapar kebisingan melebihi NAB, 64,4% memiliki durasi kerja >8 jam/hari, dan 63,3% menggunakan Alat Pelindung Telinga (APT). Terdapat hubungan antara intensitas kebisingan (p=0,001), durasi kerja (p=0,001), dan penggunaan APT (p=0,015) dengan gangguan pendengaran. Disimpulkan bahwa intensitas kebisingan, durasi kerja, dan penggunaan APT berpengaruh terhadap gangguan pendengaran, sehingga diperlukan pengendalian kebisingan, pemeriksaan kesehatan pendengaran rutin, pembatasan durasi kerja sesuai standar K3, serta edukasi dan pengawasan pemakaian APT secara konsisten.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Nina Kurnia, Eri Wahyudi, Febriyanti Nursya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


