Determinan Keluhan Dermatitis Kontak Iritan Pada Petani di Jorong Lurah Nan Tigo Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.37985/apj.v2i4.44Keywords:
Alat Pelindung Diri, Dermatitis, Personal Hygiene, Tingkat PengetahuanAbstract
Dermatitis merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data Puskesmas Selayo, jumlah kasus dermatitis kontak iritan mengalami peningkatan dari 101 kasus tahun 2022 menjadi 210 kasus tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan keluhan dermatitis kontak iritan pada petani. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan studi desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Jorong Lurah Nan Tigo pada bulan maret-agustus 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu semua petani di Jorong Lurah Nan Tigo tahun 2025 sebanyak 492 orang. Sampel sebanyak 64 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 64,1% petani mengalami keluhan dermatitis kontak iritan, 46,9% petani memiliki tingkat pengetahuan kurang baik, 42,2% petani memiliki personal hygiene kurang baik dan 25% petani tidak memakai alat pelindung diri yang lengkap. Terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene (p-value = 0,006) dan penggunaan APD (p-value = 0,011) dengan keluhan dermatitis kontak iritan pada petani. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p-value = 0,234) dengan keluhan dermatitis kontak iritan pada petani. Dermatitis kontak iritan berhubungan dengan personal hygiene dan penggunaan APD. Diharapkan kepada petani lebih memperhatikan personalhygiene dan menggunakan alat pelindung untuk mencegah dermatitis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Wina Salsabila Zakia, Afzahul Rahmi, Gusni Rahma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


