Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri dan Lama Kerja dengan Keluhan ISPA pada Pekerja Mebel di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.37985/apj.v3i1.36Keywords:
Alat Pelindung Diri, ISPA, Pekerja MebelAbstract
Menurut data dari pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan RI Tahun 2017, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kasus keluhan ISPA tertinggi dan terbanyak dengan prevalensi 17,5%- 41,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan APD dan lama kerja dengan keluhan ISPA pada pekerja mebel di wilayah kerja Puskesmas Belimbing, Kota Padang, tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2025. Populasi pada penelitian ini adalah pekerja mebel dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,3% pekerja mengalami keluhan ISPA, 82,8% tidak menggunakan APD secara lengkap, dan 67,2% memiliki lama kerja berisiko (>8 jam per hari). Terdapat hubungan antara penggunaan APD dengan keluhan ISPA (p = 0,007), namun tidak ditemukan hubungan antara lama kerja dengan keluhan ISPA (p = 0,075). Diharapkan hasil penelitian ini menjadi dasar bagi Puskesmas dan instansi terkait untuk meningkatkan edukasi dan pengawasan terhadap penggunaan APD di lingkungan kerja. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi kejadian ISPA dan komplikasi dari alat pelindung diri.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Tiara Cahyani Putri, Gusni Rahma, Yulia Yulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


